Natasha, Aku Takut Jatuh Cinta
Wednesday, 8 May 2019
Natasha, Aku Takut Jatuh Cinta
Park 2
Selesai Rian melesaikan tugas yang di berikan oleh sekolahnya, rian
pun juga kembali ke kostan di dekat sekolahnya. Hal tersebut memberikan pelung
bagi pertemanan antara Rian dan Natasha. pertemanan mereka pun semakin erat,
dan Rian pun juga selalu bertamu kerumah Natasha jika dia terbebas dari
kegiatan sehari-harinya.
"Nat... Natasha..... " panggil Rian yang waktu itu
sedang bertamu kerumah Natasha. "Oyy..." jawab natasha dari dalam
rumah. "lagi tidur kau??" tambah rian ketika natasha yang di
panggil tak kunjung keluar. "enggak eee... ini keluar aku dah" jawab
natasha sambil melangkah keluar rumah dan menemui rian yang menunggunya.
Keseringan Rian bertamu
kerumah Natasha membuatnya dan Natasha menjadikan dua orang remaja yang sangat
akrab dalam berteman, mereka berdua layaknya teman dari kecil mereka sangat
akur dalam berbagai hal. mereka saling berbagi cerita, sering bergurau bahkan
sampai serimg jail bareng. Hubungan perteman mereka berdua selalu dihiasi denga
canda tawa, tidak pernah terlihat raut muka sedih atau galau di wajah mereka
tatkala mereka berdua lagi bersama.
"Rian.... apa
kegiatanmu hari ini" tanya Natasha membuka pembicaraan. "gak ada
nat.... makanya aku kesini, lagi boring aku di rumah". Jawab Rian
menanggapi pertanyaan Natasha. "sama Ian, aku juga boring sedari tadi di
sini... keluar Yookkk!" Ajak Natasha pada rian. "Ayok ..." jawab
rian menggapi ajakan Natasha. "klok gtu aku ganti baju dulu ya... eh
kira-kira aku enaknya pakek baju apa ya?" natasha meminta pendapatnya
rian. "pakek Mukenah dah" jawab Rian sesuka hati "Ahhhh ngacoo
kau" suara natasha terdengar dari dalam.
Beberapa menit kemudian natasha keluar dan menemui rian yang
menunggu di kursi depan rumahnya sambil berkata "cantik aku ya ?".
Rian yang sedari menunggu Natasha seakan-akan sangat risih dengan pertanyaan
yang keluar dari wanita berjubah biru itu. Memang tidak dapat di pingkiri
Natasha merupakan wanita yang berparas cantik nan manis di tambah lagi dia
berpakaian Jeans kecoklatan dan di hiasi dengan kerudung coklat
sederhana."heeedeh ...Iya dah nat apa katamu dah, yok berangkat"
jawab Rian dengan mimik wajah lesu karena pertanyaannya hanya itu saja yang
sering natasha lontarkan kepada Rian, "aku cantik ya".
"ayokk...." jawab natasha sambil melangkah menuju sepeda CB 100
kasayangan Rian.
Akhirnya mereka berdua melaju mengikuti arah jalanan yang berada di
depannya. Saat mengendarai sepeda, obrolan keduanya tetap berlanjut tak ada
habisnya mereka mengobrol. Mereka sering menemukan topik-topik menarik untuk di
bicarakan dan tentunya obrolan meraka tidaklah membosankan. "nat mau
kemana kita ini ?" tanya Rian. "terserah kau dah ian" jawab
natasha. "ahh kamu selalu gitu orangnya". Jawab ian sedikit kesel.
Natasha melihat raut wajah rian yang kesel menjadi ketawa. "kamu kesel
ya?" tanya natasha sambil senyum-senyum. "tau ahhh" respon
rian. "pokoknya aku gak mau tau kamu kesel atau tidak, arah perjalanan ini
kamu yang nentukan". Ujar Natasha yang membuat Rian semakin kesel.
"klok gtu jangan nyesel kalok aq bawak kamu kemana-mana ya". Jawab
rian. "okeey...". mereka tetap melaju tanpa suatu tujuan tempat yang
pasti.
Sekitar satu jam-an mereka di atas sepeda tanpa arah tujuan yang
jelas. Tiba-tiba "rian.. sebenarnya kita mau kemana seh ?..." tanya
natasha yang tak sabar ingin kemana sebanrnya rian ini. "ahh gak tau juga
aku, tadi aku nanyak mau kemana sama kamu, kamu gak menjawab malah bilang
terserah aku, iya kamu ikutin ajah dah jangan nanyak-nanyak" jawab rian. "ehh
tapi tungggu, kyaknya di depan sana ada yanah lapang yang sangat luas lo nat
." imbuhnya. Lha terus kita mau ngapain di sana?. Tanya natasha mulai
penasaran "iya di sana kita bisa liatin senja" jawab rian dengan
senyuman. Natasha tetap tidak mengerti apa maksudnya rian.
Lima menit kemudian CB 100 yang di naiki mereka berdua sampai di
tanah lapang yang rian maksud. "sampaii.." ucap rian. Natasha
memandang langit ufuk barat yang di hiasi dengan mega merah begitu indah sambil
tersenyum. "indah banget senjanya." Spontanitas keluar dari bibir
natasha. "kamu suka ?" tanya rian. "suka banget aku ian..
makasih ya kau telah membawaku kesini". Mereka pun berdua duduk-duduk dan
ngobrol-ngobrol di atas speda sambil menikmati indahnya senja sore.
Tidak terasa sekitar satu jam mereka lewati sore sambil
ngobrol-ngobrol sampai natasha berkata "Ian, pulang yuk. Sudah mau malam
nie". Rian pun membenarkan posisi duduknya sambil berkata
"Ayok." Natasha juga turut membenarkan posisi duduknya sambil berkata
"ayok jalan." Akhirnya CB 100 kesayangan rian mulai
melaju di atas aspal hitam jalanan.
Selama perjalanan pulang mereka tetap saja ngobrol tanpa batas
sambil menikmati ramenya jalanan dengan mobil-mobil raksasa di tambah lagi
cahaya oranye yang di hasilkan dari bias sinar matahari yang mulai tenggelam.
Tidak terasa jam menunjukkan pukul 18:30 namun mereka belum sampai kerumahnya
Natasha. "Nat." Suara Rian mengejutkan Natasha, dan Natasha merespon
panggilan Rian "apa Ian. ?" rian pun tidak langnsung menjawab hingga
beberapa detik kemudian "gak ada kok, aku Cuma ingin memanggilmu".
Jawab rian sambil sedikit tertawa. "ahhh dasar, kau suka memanggil namaku
ya ?... udahlah cepetan sudah mulai malam nie." Mendapat jawaban begitu
dari Natasha, Rian pun menambah kecepatan sepeda dan sampailah mereka ke rumah
Natasha pada pukul 19:04 WIB.
"hey... dari mana aja kalian" suara yang tidak asing
keluar dari rumah Natasha, suara tersebut milik Sofia teman kelas Natasha.
"kami sudah sekitar setengah jam lo nungguin kamu nat, ternyata kamu jalan
bareng Rian". Lagi-lagi suara yang tidak begitu asing di telinga Natasha,
dia lah eva teman kecil Natasha. "memangnya kalian kemana aja sampek
pulang malam segini" tanya sofia lagi yang penasaran karena memang
rian dan Natasha tak menjawab pertanyaan. "kami mencari senja !"
jawab rian sambil tersenyum. Sofia dan eva tertawa keras ssambil berkata
"mana ada senja malam-malam gini? Kalian habis kencan kan ?" ujar eva
sambil senyam senyum. "ahhh dasar kalian..! Nat kondisikan tuu teman-temanmu".
Ucap Rian sambil tersenyum kecut yang tersinggumg oleh ucapan teman natasha.
"ahh mereka memang selalu gtu. Apaan cobak" sangkal Natasha.
"ayolah kenapa kalian tidak jadian saja seh ?" imbuh sofia sambil
tersenyum ke arah Natasya. Rian dan Natasha mulai sedikit terganggu dengan
ocehan kedua tem.annya itu. Akhirnya "sudah cepat pulang kamu Ian biar
teman-temanku berhenti mengoceh".pinta Natasha pada Rian. Rianpun menjawab
"iya aku juga mau pulang nie, ngapain juga aku lama-lama sama kamu"
ujar Rian dengan juteknya mendengar permintaan Natasah. Sofia dan Eva semakin
menjadi-jadi mengoceh rian dan natasha sambil berkata "ternyata kalian
berdua serasi cepat jadian ya !" rian merespon dengan menjulurkan lidah
sama kedua teman natasha tersebut sambil melajukan sepedanya untuk pulang
kerumahnya.
Sementara Sofia dan Eva tetap saja guyonin Natasha pada Rian
"kenapa kamu tidak jadian saja nat sama Rian!" ucap Sofia.
"udahlah.. rian itu temanku, kalian apaan cobak?" jawab Natasha tidak
senang terhadap guyonan teman-temannya itu. "Teman apa teman" imbuh
Eva sambil tertawa. "ya Ampun resek sekali sihh kalian berdua, Udahlah
masuk cepat ke rumah atau kalau tidak kalian akan membatu karena dinginnya
cuaca malam ini." Ucap Natasha sambil mengajak teman-temannya untuk
memasuki rumahnya.
BERSAMBUNG ....
