Natasha aku takut jatuh cinta
Saturday, 14 September 2019
Natasha aku takut jatuh cinta
Park 3
Eva dan sopia memasuki rumah Natasha dan duduk di ruang tamu yang dindingnya banyak dihiasi dengan gambar kaligrafi dan beberapa foto Natasha ketika masih berada di gendongan orang tuanya. “tunggu ya, aku mau kebelakang bentar.” Kata Natasha sambil lalu melangkah menuju dapur untuk menyiapkan teh hangat dan menyiapkan semangkok kentang goreng kesukaan temannya itu.
Sementara diruang tamu Eva dan Sopie sedikit berbincang-bincang mengenai kedekatan Natasha dengan Rian. “Ehh sop, kira-kira hubungan apa seh yang mereka berdua jalani saat ini.?” Tanya Eva membuka pembicaraan. “iya apalagi klok bukan pacaran” jawab Sopie dengan nada datar. “katanya seh mereka cuman temenan” timpal Eva yang seakan tidak percaya dengan ucapan sopie. “temenan apa cobak? Masak iya temenan jalannya dari sore sampek malam gini” jawab Sopie “iya juga sihhhh” kata Eva seolah-olah membenarkan jawaban sopie.
Tidak lama kemudian Natasha kembali dari dapur dengan membawa 2 gelas teh hangat dan semangkok kentang goreng lengkap dengan saosnya. Natasha membawanya dengan sangat hati-hati khawatir teh dalam gelas tumpah karena kekakuan tangannya ketika membawa nampan itu. Sesampainya di meja ruang tamu Natasha meletakkan 2 gelas teh hangat dan semangkok kentang goreng tersebut di depan Eva dan Sopie sembari mempersilahkannya. “silahkan diminum tehnya” kata Natasha sambil mengambil posisi duduk disamping Eva. “iya Nat” jawab Eva dan Sopie yang hampir bersamaan.
Beberapa menit kemudian tidak terjadi obrolan antara mereka bertiga, tiba-tiba “kok kalian kyak yang canggung she?” Tanya Natasha memecahkan keheningan diruang tamu itu. Sementara Eva dan Sopie hanya tersenyum tidak lengsung merespon pertanyaan Natasha. “sejak kapan kamu jadian sama Rian, Nat ?” Tanya Sopie yang tiba-tiba membuat Natasha terkejut. “kalian apaan seh ?” jawab Natasha yang seakan-akan tidak mengerti maksud pertanyaan Sopie. “Sudahlah Nat jangan kamu sembunyiin dari kami,kami tau kok” timpal Eva. Natasha tak merespon pernyataan Eva, dia hanya memalingkan wajahnya sambil memasang wajah yang tersipu malu.
“kalok kamu tidak jadian, seharian kamu kemana saja sama Rian” Tanya Sopie. Lagi-lagi Natasha tidak menjawab pertanyaan Sopie, dia tetep dalam keadaan memalingkan wajahnya lantaran pertanyaan kedua temannya yang bertubi-tubi membuatnya sedikit tersipu malu. “Ayolah Nat, tak perlu kamu sembunyikan dari kami” tambah Eva yang semakin menyudutkan Natasha agar Natasha bercerita tentang dirinya dan Rian.
“Ya ampun, kalian ini kok resek banget seh, aku lo gak ada apa-apa sama Rian. Aku hanya temenan biasa kok” tegas Natasha. “kalok hanya temenan biasa dari mana saja kamu seharian sampek datang larut Malam kyak gini kalok bukan kencan.” Kata Eva sambil mencubit pipi Natasha yang menggemaskan karena sedikit malu. “ahhh, Mampus aku sampek di tanyain segitunya sama eva” batin Natasha. “ayo kamu kemana aja Nat?” tambah Sopie dengan senyuman dan terus mendesak agar Natasha mau bercerita.
Canggung, malu dan kadang merasa jengkel Natasha ketika melihat kedua temannya itu yang mulai tadi terus melontarkan pertanyaan yang tidak mau Natasha jawab. Natasha sendiri merasa malu ketika tadi ketahuan oleh kedua temannya habis jalan-jalan bersama Rian. Tapi apalah daya sudah kepalang basah, mau tidak mau Natasha menceritakan semuanya kepada Eva dan Sopie. “ayo sambil di minum tehnya nanti aku akan bercerita seputar tadi singa” kata Natasha menawarkan kembali teh hangat yang sedari tadi tidak mereka diminum.
Sambil membetulkan posisi duduknya dan terlihatlah kedua pipinya yang sedikit memerah karena tersipu malu. Sementara Sopie dan Eva sambil menikmati kentang goreng yang disuguhkan Natasha. Tidak banyak bicara lagi Natasha mulai bercerita jika siang tadi mereka habiskan waktu bersama Rian untuk ngobrol-ngobrol dan jalan-jalan skeambil menikmati senja sampai matahari benar-benar terbenam lalu pulang kerumah. Natasha juga bercerita kalok Rian seneng menyebut Nama Natasha. Tidak banyak kata yang di gunakan Natasha untuk bercerita kepada kedua temannya itu. Namun penyampaian Natasha dalam bercerita membuat kedua temannya itu tersenyum.
Tiba-tiba Sopie angkat bicara ketika cerita yang di sampaikan Natasha selesai. “sepertinya kamu seneng banget ya Nat habis jalan-jalan sama Rian” katanya. “biasa aja kok” jawab Natasha. “aku nyaman aja sama rian, dia enak diajak bicara, aku juga suka klok dia bercerita gitu. Tapi inget aku hanya temenan sama Rian” jawab Natasha singkat dan tegas. Kedua teman Natasha hanya diam dan tak mengerti dengan pernyataannya. Mereka berdua berpikir lantar pertemanan seperti apa antara Natasha dan Rian.
Suasana ruang tamu menjadi hening ketika Natasha selesai bercerita. Eva dan Sopie menyeruput kembali teh hangatnya. Tiba-tiba “ngomong-ngomong kalian ada apa kesini malam-malam” kata Natasha memcahkan keheningan. “oiya Nat kami berdua berencana mau ngajak kamu besok lusa untuk menyurvei tempat, ini Sopie ada tugas observasi” kata Eva “iya dah besok lusa aku juga gak ada kegiatan kok. Tapi, kalian berdua bonjengan aku sama siapa ?” tanya Tanya Natasha kepada kedua temannya itu, karena Natasha tidak suka jika bersepeda seorang diri. “iya sama Rian lah Nat” jawab Eva. “Aiii aku takut Rian gak bisa va..” kata Natasha. “cobak hubungin dulu Rian Nat, kan enak klok rian bisa kamu bisa ngobrol-ngobrol lagi sama Rian, lagian besok lusa ketika kita nyurvei terpatnya memang butuh laki-laki. Kadang-kadang aku sedikit takut klok kita hanya cewek-cewek saja. Hubungi Rian ya.. ” kata sopie sembari memohon kepada Natasha. Natasha mengangguk menyetujui permintaan Sopie untuk mengabari Rian agar bisa ikut besok lusa untuk survey.
Setelah selesai menyampaikan maksud Eva dan Sopie bertamu kerumah Natasha, mereka berdua pamitan untuk pulang. “iya dah Nat, aku dan Sopie pulang dulu ya, kutunggu kamu kabarnya Rian untuk ikut besok lusa.” Kata Eva berpamitan. “oooww iyadah Va.. hati-hati ya” jawab Natasha. Eva dan Sopie mulai beranjak dari tempat duduk lalu melangkah mendekati pintu keluar Rumah Natasha, sementara Natasha di belakangnya mengantar temannya sampai pintu gerbang rumahnnya. Sopie menyalakan sepedanya dan melaju dijalan depan rumah Natasha.
Natasha pun memasuki rumah, dan melirik jam di dinding menunjukkan pukul 20:15. “ah sudah hampir jam set 9 aku mau istirahat dulu capek seharian jalan-jalan” gumam Natasha sambil menutup pintu rumah dan melangkah menuju kamar tidurnya. Sesampainya di kamar ridur Natasha langsung rebahan, sambil melihat langit-langit kamarnya. Terbawalah ingatan Natasha pada siang tadi ketika jalan-jalan sama Rian. Natasha merasakan bahagia ketika mengingat momen tadi siang, sampai-sampai merasa tidak nyaman jika mengingat setia kata yang Rian obrolkan pada Natasha. Sekian lama mengingatnya lalu Natasha memejamkan mata dan akhirnya terlelap dalam tidurnya.
BERSAMBUNG…..
Park 3
Eva dan sopia memasuki rumah Natasha dan duduk di ruang tamu yang dindingnya banyak dihiasi dengan gambar kaligrafi dan beberapa foto Natasha ketika masih berada di gendongan orang tuanya. “tunggu ya, aku mau kebelakang bentar.” Kata Natasha sambil lalu melangkah menuju dapur untuk menyiapkan teh hangat dan menyiapkan semangkok kentang goreng kesukaan temannya itu.
Sementara diruang tamu Eva dan Sopie sedikit berbincang-bincang mengenai kedekatan Natasha dengan Rian. “Ehh sop, kira-kira hubungan apa seh yang mereka berdua jalani saat ini.?” Tanya Eva membuka pembicaraan. “iya apalagi klok bukan pacaran” jawab Sopie dengan nada datar. “katanya seh mereka cuman temenan” timpal Eva yang seakan tidak percaya dengan ucapan sopie. “temenan apa cobak? Masak iya temenan jalannya dari sore sampek malam gini” jawab Sopie “iya juga sihhhh” kata Eva seolah-olah membenarkan jawaban sopie.
Tidak lama kemudian Natasha kembali dari dapur dengan membawa 2 gelas teh hangat dan semangkok kentang goreng lengkap dengan saosnya. Natasha membawanya dengan sangat hati-hati khawatir teh dalam gelas tumpah karena kekakuan tangannya ketika membawa nampan itu. Sesampainya di meja ruang tamu Natasha meletakkan 2 gelas teh hangat dan semangkok kentang goreng tersebut di depan Eva dan Sopie sembari mempersilahkannya. “silahkan diminum tehnya” kata Natasha sambil mengambil posisi duduk disamping Eva. “iya Nat” jawab Eva dan Sopie yang hampir bersamaan.
Beberapa menit kemudian tidak terjadi obrolan antara mereka bertiga, tiba-tiba “kok kalian kyak yang canggung she?” Tanya Natasha memecahkan keheningan diruang tamu itu. Sementara Eva dan Sopie hanya tersenyum tidak lengsung merespon pertanyaan Natasha. “sejak kapan kamu jadian sama Rian, Nat ?” Tanya Sopie yang tiba-tiba membuat Natasha terkejut. “kalian apaan seh ?” jawab Natasha yang seakan-akan tidak mengerti maksud pertanyaan Sopie. “Sudahlah Nat jangan kamu sembunyiin dari kami,kami tau kok” timpal Eva. Natasha tak merespon pernyataan Eva, dia hanya memalingkan wajahnya sambil memasang wajah yang tersipu malu.
“kalok kamu tidak jadian, seharian kamu kemana saja sama Rian” Tanya Sopie. Lagi-lagi Natasha tidak menjawab pertanyaan Sopie, dia tetep dalam keadaan memalingkan wajahnya lantaran pertanyaan kedua temannya yang bertubi-tubi membuatnya sedikit tersipu malu. “Ayolah Nat, tak perlu kamu sembunyikan dari kami” tambah Eva yang semakin menyudutkan Natasha agar Natasha bercerita tentang dirinya dan Rian.
“Ya ampun, kalian ini kok resek banget seh, aku lo gak ada apa-apa sama Rian. Aku hanya temenan biasa kok” tegas Natasha. “kalok hanya temenan biasa dari mana saja kamu seharian sampek datang larut Malam kyak gini kalok bukan kencan.” Kata Eva sambil mencubit pipi Natasha yang menggemaskan karena sedikit malu. “ahhh, Mampus aku sampek di tanyain segitunya sama eva” batin Natasha. “ayo kamu kemana aja Nat?” tambah Sopie dengan senyuman dan terus mendesak agar Natasha mau bercerita.
Canggung, malu dan kadang merasa jengkel Natasha ketika melihat kedua temannya itu yang mulai tadi terus melontarkan pertanyaan yang tidak mau Natasha jawab. Natasha sendiri merasa malu ketika tadi ketahuan oleh kedua temannya habis jalan-jalan bersama Rian. Tapi apalah daya sudah kepalang basah, mau tidak mau Natasha menceritakan semuanya kepada Eva dan Sopie. “ayo sambil di minum tehnya nanti aku akan bercerita seputar tadi singa” kata Natasha menawarkan kembali teh hangat yang sedari tadi tidak mereka diminum.
Sambil membetulkan posisi duduknya dan terlihatlah kedua pipinya yang sedikit memerah karena tersipu malu. Sementara Sopie dan Eva sambil menikmati kentang goreng yang disuguhkan Natasha. Tidak banyak bicara lagi Natasha mulai bercerita jika siang tadi mereka habiskan waktu bersama Rian untuk ngobrol-ngobrol dan jalan-jalan skeambil menikmati senja sampai matahari benar-benar terbenam lalu pulang kerumah. Natasha juga bercerita kalok Rian seneng menyebut Nama Natasha. Tidak banyak kata yang di gunakan Natasha untuk bercerita kepada kedua temannya itu. Namun penyampaian Natasha dalam bercerita membuat kedua temannya itu tersenyum.
Tiba-tiba Sopie angkat bicara ketika cerita yang di sampaikan Natasha selesai. “sepertinya kamu seneng banget ya Nat habis jalan-jalan sama Rian” katanya. “biasa aja kok” jawab Natasha. “aku nyaman aja sama rian, dia enak diajak bicara, aku juga suka klok dia bercerita gitu. Tapi inget aku hanya temenan sama Rian” jawab Natasha singkat dan tegas. Kedua teman Natasha hanya diam dan tak mengerti dengan pernyataannya. Mereka berdua berpikir lantar pertemanan seperti apa antara Natasha dan Rian.
Suasana ruang tamu menjadi hening ketika Natasha selesai bercerita. Eva dan Sopie menyeruput kembali teh hangatnya. Tiba-tiba “ngomong-ngomong kalian ada apa kesini malam-malam” kata Natasha memcahkan keheningan. “oiya Nat kami berdua berencana mau ngajak kamu besok lusa untuk menyurvei tempat, ini Sopie ada tugas observasi” kata Eva “iya dah besok lusa aku juga gak ada kegiatan kok. Tapi, kalian berdua bonjengan aku sama siapa ?” tanya Tanya Natasha kepada kedua temannya itu, karena Natasha tidak suka jika bersepeda seorang diri. “iya sama Rian lah Nat” jawab Eva. “Aiii aku takut Rian gak bisa va..” kata Natasha. “cobak hubungin dulu Rian Nat, kan enak klok rian bisa kamu bisa ngobrol-ngobrol lagi sama Rian, lagian besok lusa ketika kita nyurvei terpatnya memang butuh laki-laki. Kadang-kadang aku sedikit takut klok kita hanya cewek-cewek saja. Hubungi Rian ya.. ” kata sopie sembari memohon kepada Natasha. Natasha mengangguk menyetujui permintaan Sopie untuk mengabari Rian agar bisa ikut besok lusa untuk survey.
Setelah selesai menyampaikan maksud Eva dan Sopie bertamu kerumah Natasha, mereka berdua pamitan untuk pulang. “iya dah Nat, aku dan Sopie pulang dulu ya, kutunggu kamu kabarnya Rian untuk ikut besok lusa.” Kata Eva berpamitan. “oooww iyadah Va.. hati-hati ya” jawab Natasha. Eva dan Sopie mulai beranjak dari tempat duduk lalu melangkah mendekati pintu keluar Rumah Natasha, sementara Natasha di belakangnya mengantar temannya sampai pintu gerbang rumahnnya. Sopie menyalakan sepedanya dan melaju dijalan depan rumah Natasha.
Natasha pun memasuki rumah, dan melirik jam di dinding menunjukkan pukul 20:15. “ah sudah hampir jam set 9 aku mau istirahat dulu capek seharian jalan-jalan” gumam Natasha sambil menutup pintu rumah dan melangkah menuju kamar tidurnya. Sesampainya di kamar ridur Natasha langsung rebahan, sambil melihat langit-langit kamarnya. Terbawalah ingatan Natasha pada siang tadi ketika jalan-jalan sama Rian. Natasha merasakan bahagia ketika mengingat momen tadi siang, sampai-sampai merasa tidak nyaman jika mengingat setia kata yang Rian obrolkan pada Natasha. Sekian lama mengingatnya lalu Natasha memejamkan mata dan akhirnya terlelap dalam tidurnya.
BERSAMBUNG…..
