Transfer Knowledge Tantang Kopi
![]() |
| Tiga macam suguhan kopi dari O, petani kopi asal Maesan |
Tak terkecuali suara salah satu penduduk dikecamatan ujung selatan sana, kecamatan Maesan Namanya. Petani Kopi dengan Inisial O mengatakan, sangat disayangkan jika kopi Bondowoso tidak dikelolah baik oleh pemerintah.
"Kopi Bondowoso ini sangat bagus, eman jika tidak dikelolah dengan baik," ungkap O saat ditemui dirumahnya.
Selain kopi Bondowoso mempunyai kualitas yang tinggi, O juga menyampaikan, petani kopi yang ada dipinggiran harus mendapat pendampingan dari orang-orang yang paham tentang kopi.
Baginya, hingga hari ini para petani kopi yang ada di Bondowoso dalam merawat tanaman kopi kurang tepat, sehingga kopi yang dihasilnya kurang maksimal.
![]() |
| Cinnamon coffee, racikan O, petani kopi asal Maesan |
Baca juga : Bingung Ikut Pelatihan, Yuk Bergabung dengan Kelas Prakerja Terbaik
Masih menurut O, para petani kopi di Bondowoso sering kali sembarangan ketika memetik biji kopi. Dirinya mengatakan bahwa para petani lokal cenderung memetik biji kopi yang kematangannya hanya sekitar 70% saja.
"Klok disini kan, satu tangkai ada yang merah (tidak merah semua, tidak matang semua), sudah dijadikan sample bahwa itu matang semua, padahal tidak," paparnya.
Lebih lanjut O mengatakan, bahwa pemetikan kopi yang baik dan benar adalah dengan cara memetik yang matang saja (cenderung berwarna merah).
"Jika masih kuning, biarkan saja apalagi masih hijau, tunggu dulu sampai benar-benar berwarna merah (matang)," imbuhnya.
Tidak hanya perawatan dari tanam hingga panen yang O kuasai, dirinya juga menguasai proses penyeduhan kopi layaknya di cafe-cafe ternama. Hampir setiap tamu yang datang kekediamannya disuguhkan kopi dengan takaran yang pas dari kopi yang berkualitas.
![]() |
| Wine coffee, merupakan seduhan kopi dari proses Fermentasi |
"Jangan puas hanya 1 gelas kopi kalok disini, pasti, minimalnya saya suguhkan 2 gelas kopi dengan rasa yang berbeda-beda," kelekarnya menutup perbincangan waktu itu.


