Tahun Baru Mau Kemana By ?
![]() |
| Ilustrasi tahun baru 2021. sumber KalderaNews |
Kuberanikan diri ini menghubunginya Via WhatsApp dan
mengajaknya untuk beribur ikut merayakan pergantian tahun seperti kebanyakan
orang disana.
“Assalamualaikum, By,” ucapku melalui pesan whatsApp.
“Waalaikum salam, Mas,” hanya selang beberapa menit pesanku
langsung di respon olehnya.
Mendapat balasan chat yang sangat cepat itu, tak
kusia-siakan lagi untuk segera menggencarkan ajakan untuk pergi berlibur dan
merayakan momentum tahun baru ini. Perlu diketahui Hubby ku ini sangat cuek
untuk membalas chatanku. Aku hanya berpikir apa karena tahun baru ya dia begitu
cepat untuk membalas ucapan salam dariku. “Ah bodoh amat, yang penting
dibalas hahaha” gumamku
“By… tahun baru nie,” seruku dalam pesan whatsApp
“Lha terus..? …”
jawabnya begitu singkat
Benar kan dia itu sangat cuek, masak ya, aku sama hubby ku
ini sangat sulit untuk ketemu, pas di chatingan dia sangat cuek untuk merespon
pesan-pesanku. Kadang aku kesel gitu, sudah tau jarang ketemu, pas
rindu-rindunya dia hanya balas pesanku sesingkat-singkatnya.
Padahal aku sebagai laki-laki yang penuh rasa ingin juga lah
untuk chatan seromantis mungkin, diisi dengan cerita-cerita, apa gitu pas
chatingan. Ehhh dia ngak banget tau… ku
biarkan saja walau balasannya begitu cuek. aku hanya berpikir, gak apa-apa
lah dari pada gak dibalas sama sekali.
“Hubby, hari ini kan tahun baru … gimana klok kita
jalan-jalan yuk,” ajakku, sengaja aku hanya mengajak jalan-jalan tidak di
tambah dengan makan-makan tha gitu. Aku hanya ingin jaga-jaga dari pengharapan
yang besar,takut tidak sesuai ekspektasi.
“Haduh mas…. Ngapain sih jalan-jalan, di rumah aja kan enak
tuh, gak ngeluarin biaya, gak capek. Apalgi sekarang musim hujan, pandemi lagi.
Ngak mau aku keluaran,” jawabnya.
Betulkan, ini nie yang namanya harapan tidak sesuai
ekspektasi. Padahal aku pengen banget jalan-jalan eh dianya gak mau. Tapi aku
tidak mau menyerah begitu saja, aku pun tetap menulis pesan untuk ngajak si
Hubby ku ini jalan-jalan. Itung-itung lah untuk nge-refresh otak, rasa dan lain
sebagainya.
“Ayolah By… jalan-jalan dekat sini aja dah, By dan tetap
mentaati protkes. Nanti kita makan bareng lagi, tak beliin ice cream By gimana,”
rayuku, karena dia suka banget ice cream.
Hatiku dag-dig-dug menunggu balasan pesanku itu, sembari aku
berharap dia mau terhadap ajakanku.
Tidak lama kemudian, terlihat centang biru pada pada sebelah
nama Hubby di kontak WhatsApp ku, pertanda bahwa dia membaca pesanku.
Diapun mengetik hendak membalas pesanku. Agak lama aku
menunggu akupun berpikir Hubbyku pasti mau di ajak jalan-jalan apalagi ku
tawarkan makanan kesukaannya yakni ice cream. Mungkin dia mengetik agak panjang
karena ingin menyelipkan syarat-syarat untuki jalan bareng.
Biasanya dia memang begitu suka ngasik syarat-syarat, misal
seperti beberapa bulan yang lalu pas kuajak keluar. Dia mau asalkan dengan
syarat di perjalanan nanti belikan ice cream. Bukan hanya di belikan ice cream
belaka lho ya. Tapi dia juga ingin
ketika pulangnya, juga ingin di belikan ice cream untuk dibawah pulang
dan jumlahnya tidak sedikit. Katanya sih buat ngemil ketika nyampek rumah. Aku hanya
takut terlalu banyak makan ice cream malah tidak bagus untuk kesehatan.
“Ngak mas…. Aku gak mau keluaran, Biarin walau mau di
belikan ice cream segudang aku tetap gak mau. Sekarang loh pandemi mas,
walaupun mentaati protkes bisa saja kan kita tetap terinfeksi virus corona. Lagian
pasti lebih baik tahun baru itu di rumah saja, klok hanya ingin merayakan tahun
baru masehi alangkah baiknya kita sholat dua rakaat yang diniatkan untuk
memperingati hari lahir Nabi Isa As. Bukankah kita ketahui bersama bahwa
lahirnya Nabi Isa sebagai permulaan tahun masehi, apalagi Nabi Isa termasuk
salah satu Nabi yang mempunyai gelar Ulul Azmi, dan tidak akan sempurna
keimanan seseorang jika tidak meyakini Nabi Isa sebagai Nabiyullah. Sudah lah
shalat aja dua rakaat untuk memperingati kelahiran Nabi Isa, yang begitu itu
lebih bermanfaat, Mas, dari pada keluyuran tidak jelas,” jawabnya melalui pesan
whatsApp yang kemudian di lanjut dengan mengirim berbagai emoticon love di
bawahnya.
Mendapat jawaban begitu rasaku campur aduk antara sedih
karena gagal jalan-jalan bareng, dan senang karena ternyata belahan hatiku ini
sangat lugas memahami sebuah perayaan tahun baru masehi.
Ku renungi sejenak tentang isi pesan yang disampaikan,
ternyata ada benar juga. Jawaban dari hubbyku ini tidak membuatku sakit karena
tidak bisa jalan-jalan. Melainkan membuatku senang karena dia mengajak ku untuk
senantiasa berbuat baik dengan amaliah-amaliah yang diajarkan dalam agama,
yakni agama islam. Dan
akupun merasa tidak salah memilih dia sebagai pendamping hidupku kelak. Aamiin Allahumma Aamiin
