PageNavi Results Number

Mengapa Harus Ber-NU ? Beginilah Alasannya

Logo Nahdlatul Ulama (foto : istimewa)
Potret dinamika kehidupan sosial terus berubah-ubah. Kian hari tatanan sosial silir berganti, itulah kehidupan. Banyaknya konflik membuat seseorang terus meningkatkan kedewasaannya sehingga dirinya benar-benar menemukan tempat untuk berlabu. 

Demi membuat hidup bermanfaat terhadap orang lain, seseorang harus bergerak untuk menciptakan sebuah perubahan. Namun, permasalahannya terkadang seseorang bingung dari manakah hendak memulainya.

Salah satu hal yang cukup mudah untuk memulainya kehidupan yang bermanfaat untuk orang lain adalah bergabung dengan suatu kelompok atau organisasi yang eksis ditengah-tengah masyarakat. Salah satunya bergabung dengan Nahdlatul Ulama (NU)

Terdapat banyak alasan mengapa seseorang harus bergabung dengan NU baik ditingkat desa atau ditingkat dusun sekalipun. Beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut : 

1. NU sangat Legowo

NU sangat legowo sehingga sangat menghormati berbagai tradisi dan budaya yang ada di Indonesia
Berbeda dengan kelompok islam lainnya, Kelompok islam lain yang lebih condong terhadap pemikiran kiri tidak berkenan jika islam harus bergandengan dengan budaya. Ada banyak ormas islam selain NU berusaha untuk menghapus budaya yang ada diindonesia dan ingin mengubah Indonesia menjadi negara islam.

Merujuk dari sejarah islam di tanah jawa, pertama kali islam datang ketanah jawa dibawa oleh ulama' besar asal Timur tengah, dialah Syaikh Subakir. Dalam sejarah tercatat Syaikh Subakirlah yang mengusir para lelembut yang ada ditanah jawa demi memudahkan menyebarkan islam.

Perjalanan Syaikh Subakir mensyiarkan agama islam tidaklah mudah, dia harus berperang aduh kesaktian dengan pemimpin lelembut yang ada di jawa yakni Sabda Palon. Dalam kisahnya Syaikh Subakir adu kesaktian dengan Sabda Palon selama 40 hari 40 malam. 

Dihari akhir pertarungannya, Sabda Palon merasa kewalahan melawan Syaikh Subakir. Akhirnya dirinya melakukan perundingan. Sabda Palon menyaratkan Syaikh Subakir menyebarkan islam ditanah jawa dengan dua catatan.

Pertama, Islam boleh disebarkan ke Indonesia tapi dengan carah ramah dan tidak memaksa. Kedua, Raja-raja islam boleh memimpin di tanah jawa, tapi harus tetap membiarkan tradisi dan budaya berkembang sedemikian rupa.

Persyaratan tersebut disetujui oleh Syaikh Subakir dan mengarahkan kepada para ulama lain (wali songo) untuk menyebarkan islam sesuai dengan syarat yang telah disampaikan oleh Sabda Palon. 

Syaikh Subakir dan para ulama lainnya pun menyebarkan islam dengan cara yang halus, tidak memaksa bahkan menyebarkan islam dengan perantara Budaya (memasukkan nilai-nilai islam kedalam suatu budaya yang ada di tanah jawa).

Ajaran-ajaran tersebut tetap dipelihara oleh NU karena bagi NU islam yang bersentuhan dengan budaya, selama tidak bertentangan dengan syariat islam lainnya akan senantiasa menjada identitas keislaman yang ada di Indonesia atau lebih dikenal dengan Islam Nusantara.

2. NU Banyak Berkontribusi terhadap Kemerdekaan

Dalam ajaran di dalam Organisasi, NU mengharuskan semua kader cinta NKRI
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa NU turut ikut andil terhadap kemerdekaan Indonesia. dalam buku yang berjudul "Hadratussyaikh Hasyim Asy'ari: moderasi, keumatan, dan kebangsaan", karya Zuhairi Misrawi dijelaskan bahwa pada masa penjajahan Belanda, KH. Hasyim Asy'ari pendiri Nahdlatul Ulama senantiasa berkomunikasi dengan tokoh-tokoh muslim dari berbagai penjuru dunia untuk melawan penjajahan.

Hasilnya pada 22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy'ari dan sejumlah ulama di kantor NU Jatim mengeluarkan fatwah resolusi jihad. Karena itulah KH. Hasyim diancam hendak ditangkap Belanda. Namun KH. Hasyim tak bergeming, dia memilih bertahan mendampingi laskar Hizbullah dan Sabilillah melawan penjajah.

Bahkan dalam kisah lain disebutkan, ketika Bung Tomo meminta KH. Hasyim mengungsi dari Jombang, KH. Hasyim berkukuh bertahan hingga titik darah penghabisan. Hingga muncul sebuah kaidah yang populer di kalangan kelompok tradisional; hubb al-wathan min al-iman (mencintai tanah air adalah bagian dari iman).

Dari sejarah diatas membuktikan bahwa NU mempunyai jasa besar terhadap kemerdekaan, hingga saat ini kaidah yang muncul dari Pendiri NU itu tetap menjadi pegagang hidup berbangsa dan bernegara yang mencerminkan kecintaan kepada Indonesia.

3. NU Tidak Pernah Mengusik Kelompok Lain dan Menjaga Ketentraman Negara

Ilustrasi, Ideologi pancasila tidak pernah bertentangan dengan ajaran islam Ahlussunnah wal Jamaah
Disaat sengitnya pertarungan ideologi, dimana terlihat satu kelompok menyalahkan kelompok lain bahkan terlihat satu kelompok berusaha mengubah ideologi negara NU lah yang menjadi penenangnya.

Tidak pernah terlihat sedikitpun NU mengkafir-kafirkan kelompok islam lain. Karena didalam tubuh NU tertanam sebuah ajaran Islam yang Rahmatan lil Alamin, yakni agama yang merupakan bentuk rahmat dan rasa kasih sayang Allah SWT kepada seluruh alam semesta. 

Dengan kuatnya ajaran tersebut membuat Organisasi yang berhaluan islam Ahlussunnah Wal Jamaah tersebut sangat cinta kepada kedamaian dan kerukunan. Sehingga NU mudah untuk diterima masyarakat.

4. Berharap Menjadi Santrinya KH. Hasyim Asy'ari

KH. Hasyim Asyari mengatakan siapa saja yang mengurusi NU akan dianggap santri oleh beliau
“Siapa yang mau mengurusi NU, saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku, saya do’akan husnul khotimah beserta anak cucunya.” Begitulah kata-kata KH. Hasyim Asy'ari yang sangat populer dikalangan santri.

Bagi kita semua yang tidak sempat untuk nyantri kepada pendiri NU demi mengharapkan barokah tidak perlu khawatir. KH. Hasyim semasa hidupnya berwasilah kepada penduduk islam di Indonesia. Bagi yang ingin menjadi santri cukuplah Gerakkan jiwa dan raga untuk mengabdi dan bergerak untuk NU. 

Dengan begitu, insan yang merawat dan bergerak untuk NU sudah dianggap santri oleh beliau, dan akan didoakan khusnul khotimah beserta anak cucunya.

Sebenarnya masih banyak alasan-alasan mengapa umat islam yang ada di Indonesia harus ber-NU, Namun, mimin rasa ke empat alasan diatas sangat sudah cukup untuk menjadi pondasi dasar alasan bergabung dan bergerak di NU.

Dengan bergabung di NU, dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada didalamnya mimin rasa hidupnya akan bermanfaat kepada orang lain dengan cara-cara tertentu sesuai aturan-aturan yang ditetapkan dalam organisasi.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel