Mengapa Harus Ber-NU ? Beginilah Alasannya
![]() |
| Logo Nahdlatul Ulama (foto : istimewa) |
Demi membuat hidup bermanfaat terhadap orang lain, seseorang harus bergerak untuk menciptakan sebuah perubahan. Namun, permasalahannya terkadang seseorang bingung dari manakah hendak memulainya.
Salah satu hal yang cukup mudah untuk memulainya kehidupan yang bermanfaat untuk orang lain adalah bergabung dengan suatu kelompok atau organisasi yang eksis ditengah-tengah masyarakat. Salah satunya bergabung dengan Nahdlatul Ulama (NU)
Terdapat banyak alasan mengapa seseorang harus bergabung dengan NU baik ditingkat desa atau ditingkat dusun sekalipun. Beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut :
1. NU sangat Legowo
![]() |
| NU sangat legowo sehingga sangat menghormati berbagai tradisi dan budaya yang ada di Indonesia |
Merujuk dari sejarah islam di tanah jawa, pertama kali islam datang ketanah jawa dibawa oleh ulama' besar asal Timur tengah, dialah Syaikh Subakir. Dalam sejarah tercatat Syaikh Subakirlah yang mengusir para lelembut yang ada ditanah jawa demi memudahkan menyebarkan islam.
Perjalanan Syaikh Subakir mensyiarkan agama islam tidaklah mudah, dia harus berperang aduh kesaktian dengan pemimpin lelembut yang ada di jawa yakni Sabda Palon. Dalam kisahnya Syaikh Subakir adu kesaktian dengan Sabda Palon selama 40 hari 40 malam.
Dihari akhir pertarungannya, Sabda Palon merasa kewalahan melawan Syaikh Subakir. Akhirnya dirinya melakukan perundingan. Sabda Palon menyaratkan Syaikh Subakir menyebarkan islam ditanah jawa dengan dua catatan.
Pertama, Islam boleh disebarkan ke Indonesia tapi dengan carah ramah dan tidak memaksa. Kedua, Raja-raja islam boleh memimpin di tanah jawa, tapi harus tetap membiarkan tradisi dan budaya berkembang sedemikian rupa.
Persyaratan tersebut disetujui oleh Syaikh Subakir dan mengarahkan kepada para ulama lain (wali songo) untuk menyebarkan islam sesuai dengan syarat yang telah disampaikan oleh Sabda Palon.
Syaikh Subakir dan para ulama lainnya pun menyebarkan islam dengan cara yang halus, tidak memaksa bahkan menyebarkan islam dengan perantara Budaya (memasukkan nilai-nilai islam kedalam suatu budaya yang ada di tanah jawa).
Ajaran-ajaran tersebut tetap dipelihara oleh NU karena bagi NU islam yang bersentuhan dengan budaya, selama tidak bertentangan dengan syariat islam lainnya akan senantiasa menjada identitas keislaman yang ada di Indonesia atau lebih dikenal dengan Islam Nusantara.
2. NU Banyak Berkontribusi terhadap Kemerdekaan
![]() |
| Dalam ajaran di dalam Organisasi, NU mengharuskan semua kader cinta NKRI |
Hasilnya pada 22 Oktober 1945, KH. Hasyim Asy'ari dan sejumlah ulama di kantor NU Jatim mengeluarkan fatwah resolusi jihad. Karena itulah KH. Hasyim diancam hendak ditangkap Belanda. Namun KH. Hasyim tak bergeming, dia memilih bertahan mendampingi laskar Hizbullah dan Sabilillah melawan penjajah.
Bahkan dalam kisah lain disebutkan, ketika Bung Tomo meminta KH. Hasyim mengungsi dari Jombang, KH. Hasyim berkukuh bertahan hingga titik darah penghabisan. Hingga muncul sebuah kaidah yang populer di kalangan kelompok tradisional; hubb al-wathan min al-iman (mencintai tanah air adalah bagian dari iman).
Dari sejarah diatas membuktikan bahwa NU mempunyai jasa besar terhadap kemerdekaan, hingga saat ini kaidah yang muncul dari Pendiri NU itu tetap menjadi pegagang hidup berbangsa dan bernegara yang mencerminkan kecintaan kepada Indonesia.
3. NU Tidak Pernah Mengusik Kelompok Lain dan Menjaga Ketentraman Negara
![]() |
| Ilustrasi, Ideologi pancasila tidak pernah bertentangan dengan ajaran islam Ahlussunnah wal Jamaah |
Tidak pernah terlihat sedikitpun NU mengkafir-kafirkan kelompok islam lain. Karena didalam tubuh NU tertanam sebuah ajaran Islam yang Rahmatan lil Alamin, yakni agama yang merupakan bentuk rahmat dan rasa kasih sayang Allah SWT kepada seluruh alam semesta.
Dengan kuatnya ajaran tersebut membuat Organisasi yang berhaluan islam Ahlussunnah Wal Jamaah tersebut sangat cinta kepada kedamaian dan kerukunan. Sehingga NU mudah untuk diterima masyarakat.
4. Berharap Menjadi Santrinya KH. Hasyim Asy'ari
![]() |
| KH. Hasyim Asyari mengatakan siapa saja yang mengurusi NU akan dianggap santri oleh beliau |
Bagi kita semua yang tidak sempat untuk nyantri kepada pendiri NU demi mengharapkan barokah tidak perlu khawatir. KH. Hasyim semasa hidupnya berwasilah kepada penduduk islam di Indonesia. Bagi yang ingin menjadi santri cukuplah Gerakkan jiwa dan raga untuk mengabdi dan bergerak untuk NU.
Dengan begitu, insan yang merawat dan bergerak untuk NU sudah dianggap santri oleh beliau, dan akan didoakan khusnul khotimah beserta anak cucunya.
Sebenarnya masih banyak alasan-alasan mengapa umat islam yang ada di Indonesia harus ber-NU, Namun, mimin rasa ke empat alasan diatas sangat sudah cukup untuk menjadi pondasi dasar alasan bergabung dan bergerak di NU.
Dengan bergabung di NU, dan mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada didalamnya mimin rasa hidupnya akan bermanfaat kepada orang lain dengan cara-cara tertentu sesuai aturan-aturan yang ditetapkan dalam organisasi.




