jember pandalungan
![]() |
| Memotimoer.com |
Jember – Menurut bapak Fusliyanto seorang netizen yang juga ikut serta meramaikan Jember Pandhalungan, beliau juga seorang guru bahasa Indonesia di SMAN 02 Jember. Mengatakan bahwa Jember Pandhalungan ini berasal dari istilah saja yaitu percampuran budaya atau tidak ketemu aslinya. Orangpun mengenal sesuai dengan bahasanya. Jika menggunakan bahasa madura Jember Pendhalungan, tapi jika menggunakan bahasa Indonesia atau jawa yaitu menyebutnya dengan Pandhalungan.
Jember sendiri ini tidak ada asal mulanya karena orang-orang yang ada di Jember kebanyakan orang pendatang.Tetapi ada juga yang asli penduduk Jember seperti Silo, Kencong, Ambulu. Di Jember yang asli jawa yaitu daerah Ambulu, daerah ini menggunakan bahasa jawa tetapi beda dengan Jember kota. Makanya di Ambulu itu ada wayang kulit, pagelaran budaya jawa. Daerah lain seperti Mayang, Kalisat, Arjasa itu kebanyakan orang pendatang, baik dari Madura, Bondowoso, Situbondo, Banyuwamgi dll. Kalau di Jember Kota kebanyakan menggunakan bahasa Indonesia, Jawa, Madura pun juga ada. Semisal “ Mak Tagher gitu”, Mak cek abange”, cek gantengnya”. Bahasa-bahasa itu percampuran antara Bahasa Indonesia dengan Jawa, Jawa dengan Madura, Madura dengan Bahasa Indonesia.
Munculnya Jember Pandhalungan ini sebenarnya sejak Jember ada itu sudah Pandhalungan tetapi nama ini dikenal sejak baru-baru ini sampai di blok up bahkan menjadi Iconnya Jember. Orang-oranya ini membentuk sebuah Comunitas yaitu Jember Pandhalungan ini. Di lihat dari Fashion, Jember mempunyai agenda tiap tahunnya yaitu JFC (Jember Festival Carnaval) baju-baju yang digunakan tersebut dari berbagai daerah, ada yang dari Toraja, Aceh, Papua, Bali dll. Dilihat dari Seni yaitu ada can-macanan Kaddhuk, tak-butak an, jaranan, reok. Dilihat dari kuliner di Jember ada masakan padang, soto lamongan, sate madura dll.
Dan sampai saat ini pun Jember ini tidak ditemukan budaya aslinya karena Pandhalungan. Kata Jember ini berasal dari Jemblek – Jemek- Jember artinya becek, bahasa itu berasal dari bahasa Jawa.
