Bentang di Tengah Tengah Banyaknya Berita Hoax
![]() |
| Ilustrasi, detik.com |
Zaman milenial, begitulah orang-orang menyebutnya masa kini. Berkembangnya teknologi yang begitu pesat, berkembang dan banyak pula informasi-informasi (berita) yang berkeliaran di internet. Entah itu berita fakta, barita provokatif atau bahkan berita palsu (Hoax).
Begitu dahsyat pengaruh media terhadap konstruk pemikiran seseorang, dari begitu dahsyatnya pengaruh media sampai ada celometan "jika media mengatakan malam sebagai siang dan siang dikatakan malam maka, maka konsume akan mempercayinya". Itulah celometan yang masuk akal ketika kita tidak pandai-pandai membedakan antara berita fakta atau berit hoax.
Kembali lagi kefokus kajian disini tentang banyaknya berita yang berkeliaran dimedia. Hampir dapat dipastikan, sekitar 70% berita yang sering kita jumpai di internet merupakan berita hoax. Maka kita (mahasiswa) yang dipandang sebagai orang-orang akademisi setidanya ada perbedaan dengan orang awam dalam menyikapi banyaknya berita dan informasi di internet. Kita juga perlu mengkaji beria tersebut agar dapat diketahui apakah itu berita fakta atau berita hoax. Adapun langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk mengetahui status berita tersebut adalah:
Seperti yang sering dikatakan oleh orang-orang yang menekuni dibidang filsafat, kita harus berangkat dengan keragu-raguan ketika berhadapan dengan wacana-wacana yang berada didalam berita, dengan keragu-raguan tersebut kita akan menelaah terhadap wacana di dalam berita sehingga kita tahu, apakah itu fakta atau hoax. Jika perlu kita harus mengkaji lebih mendalam, supaya kita juga dapat mengetahui kepentingan dibalik peluncuran berita hoax tersebut.
Salah satu cara pula yang dapat kita lakukan ketika berhadapan dengan banyaknya berita adalah membuat perbandingan. Artinya sebelum kita menelan mentah-mentah berita yang kita baca, setidaknya kita membandingkan dengan berita-berita yang juga diluncurkan oleh lembaga media atau lembaga pers yang telah berbadan hukum dan terpercaya. Misalnya seperti Kompas.com, Jawapos Detik.com dll. Jika lembaga-lembaga seperti diatas tersebut juga meluncurkan berita yang kita baca, maka besar kemungkinan itu berita fakta. Jika tidak, maka dapat dipastikan pula berita itu hoax.
Kedua cara diatas merupakan cara dasar dan gampang untuk mengetahui status berita. Pertanyaannya adalah, Lantas apa yang akan kita lakukan apabila sudah di ketahui bahwa itu berita hoax ?. Sebagai seorang pemuda penerus bangsa, setidaknya kita harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
Agar berita hoax tersebut tidak semakin meluas penyebarannya terutama lepada orang-orang awam, maka sala satu yang dapat kita lakukan adalah tidak ikut-ikutan menyebarkannya. Karena ketika berita hoax dikonsumsi oleh orang-orang awam besar kemungkinan yang akan terjadi adalah kesala pahaman bahkan mungkin akan terjadi fitnah memfitbah terhadap pihak-pihak tertentu.
Jika berita hoax telah tersebar luas bahkan telah masuk kepedesaan yang mayoritas penduduknya adalah orang awam, maka para pemuda bangsa harus melakukan gerakan. Salah satu bentuk gerakan yan pantas dilakukan dalam kondisi seperti ini adalah membuat berita atau opini tandingan dengan tujuan untuk memperbaiki dan menyadarkan pemikiran yang telah di konstruk oleh berita hoax tersebut.
Ketika kedua langkah diatas telah dilaksanakan oleh pemuda-pemuda bangsa dan bahkan dijadikan prinsip hidup ketika berpapasan dengan berita hoax, maka perkembangan zaman yang begitu pesat dengan keadaan zaman akan berjalan dengan seimbang.
