Catatanku Tantang ”Cinta”
Friday, 26 April 2019
Catatanku Tantang ”Cinta”
Tidak dapat di pungkiri, setiap insan yang berakal pasti pernah
mengalami suasana kecenderungan kepada seseorang. Baik itu cenderung selalu
mengingatnya, ingin selalu memandangnya, ingin selalu dekat dengannya sampai
cenderung ingin memililkinya. Hal tersebut bisa kita sederhanakan dengnan suatu
rasa kasih sayang (cinta) dan itu yang melandaku saat ini.
Ini kisahku yang
sedang berhadapan dengan rasa yang unik yakni rasa cinta. pertemuanku dengannya
hingan jalinan pertemanan yang kita bina sampai sekarang berjalan dengan lancar
dan terorganisir secara sempurna. Pada awalnya aku tidak pernah berfikir akan
masuk dan terperangkap dalam rasa abstrak yang menyenangnkan sekaligus
menyakitkan. Banyak gejala yang timbul di tubuhku karena rasa abstrak
tersebut hingga aku tidak berdaya di
buatnya bahkan rasa itu mengendalikan emosionalku dalam saat-saat
tertentu.
Suasana yang
begitu rumit dalam perjalanan hidupku adalah ketika emosional dikendalikan oleh
rasa cinta. Setiap tingkah lakuku selalu tidak produktif: baik dari pemikiran, ucapan,
hingga tindakanku. Namun, aku tetap bisa di katakana beruntung, Karena ketika
dalam kondisi emosionalku di kendalikan aku tetap sadar. Aku masih bisa
mengingatNya dan berfikir semua ini adalah skenarioNya. Saat-saat seperti ituku
gunakan sisa-sisa kesadaranku untuk meminta kepadaNya agar orang yang ku
cenderungi lebih nampak dan di dekatkan kepadaku, karena aku yakin sadarku
ssepenuhnya karena keberadaannya disisiku.