PageNavi Results Number

Kekecewaan Petani Bawang Merah, Melihat Anaknya Malas Belajar

 

ilustrasi seorang petani bawang (sumber : wahanatanimandiri.com)

semua orang tua pasti menginginkan seorang anak yang yang bisa dibanggakan dalam kehidupannya. namun bagaimana jika akan yang diharapkan tidak sesuai dengan keinginannya ??  

            tak kenal lelah, tak kenal panas, dan tak kenal payah bagi seorang ayah yang memimpikan anaknya menjadi seorang yang sukses. Disebuah desa yang mayoritas penduduknya bermata pencaharian sebagai petani bawang, hiduplah seorang lelaki dengan perawakan postur tubuh yang kekar, yakni ghozali. Dari postur tubuh tersebut dapat dipastikan bahwa sosok ghozali mempunyai tekad dan prinsip kerja keras dalam mewujudkan hal yang dicita-citakan. Desa tersebut bernama runcing bambu.

             Tujuan utama ghozali bekerja keras adalah menjadikan anaknya untuk menjadi orang yang berpendidikan. Salah satu upaya yang dilakukan ghozali adalah menyekolahkan anaknya disekolah-sekolah ternama didesa runcing bambu itu. walaupun begitu seseorang tidak bisa dapat dinilai sukses karena menempuh pendidikan disekolah ternama, seperti halnya Rudi ini putra bapak ghozali.

            Sepulang dari sekolah rudi berbeda dengan teman-teman sekolah lainnya, jika teman-teman lainnya langsung pulang kerumah bahkan mengerjakan beeberapa tugas dari para guru, berbeda dengan rudi. Sepulang sekolah dia langsung menuju ke rental PS (play station) dan menghabiskan berjam-jam untuk bermain disana. Kadang juga dia sampai sore hari baru pulang kerumah. Tidak heran jika sesampainya dirumah rudi sering mendapat kemarahan dari bapak atau ibunya.

Rudi…… kemana aja kamu seharian?” teriak ibu rudi melihat anaknya baru pulang masih dengan mengenakan seragam sekolah.

apa sihh buk… baru datang langsung kenak marah” kata rudi dengan wajah kesel mendapai kemarahan dirumahnya.

ibu mana yang tidak akan marah jika melihat anaknya datang sekolah hingga sore hari” kata sang ibu.

sudah ah aku mau mandi, aku mau istirahat capek seharian disekolah” kata rudi sembari melangkah meninggalkan sang ibu yang belum selesai berbicara.

            Rudi memang terkenal dengan anak yang nakal bahkan berani terhadap orang tuanya. Pada hari ini juga dia masih berbohong sama sang ibu dengan dengan berkata capek karena menghabiskan aktifitas sekolah. Hal ini tidak sesuai dengan realitas yang terjadi dilapangan bahwa sepulang sekolah rudi langsung menghabiskan  waktunya di rental PS. Namun sampai hari ini dia belum diketahui oleh orang tuanya.

            Tidak lama kemudian sang bapak datang dengan membawa sekarung bawang merah yang baru selesai dipanennya.

bu… bapak lagi panen bawang merah ini” kata ghozali sembari menunjukkan karung tersebut.

Alhamdulillah pak jika begitu, bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari” kata sang istri dengan sangat gembira.

iya buk, lagian bapak ingin membelikan buku buat rudi biar dia bisa rajin belajar hingga menjadi orang sukses dikemudian hari” ucap ghozali sambil berharap

“iya pak mudah-mudahan rudi rajin belajar” harap istri ghozali.

            Malam pun tiba, ghozali dan istrinya serta anaknya sedang berkumpul diruang santai. Ghozali memulai pembicaraan dengan menceritakan hasil panen bawang merah diladangnya. Dia menceritakan bahwa hasil panennya itu akan segera dijual sedangkan hasilnya dalam bentuk uang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta akan digunakan untuk membeli  buku buat rudi sehingga rudi rajin belajar. Mendengar ejawantah dari sang ayah suasana hati sedikit tidak senang karena belajar bagi rudi adalah sebuah pantangan.

rudi, Alhamdulillah bapak punya rejeki, dan hasil panen ini akan dibuat untuk membeli buku sebagai pelengkap sekolahmu, bapak sangat ingin kamu menjadi orang yang sukses dan nasibmu tidak seperti bapak yang menghabiskan waktu dibawah terik panas matahari sepanjang hari” ucap ghozali

iya nak… bapak dan ibu sudah menjadi petani, kami berharap kamu menjadi orang yang sukses dikemudian hari, jadi segala hal yang membantu untuk kelancara belajarmu akan kamu usahakan untuk melengkapinya” ucap sang ibu.

“gimana rudi, apakah bapak sendiri yang akan membelikan bukunya atau kamu sendiri yang akan pergi ketoko buku sehingga kamu dengan bebas memilih buku-buku yang kamu suka atau yang kamu cari?” Tanya ghozali.

            Mendengar pertanyaan tersebut dari sang ayah, Rudi seperti mendapatkan angina segar. Karena dia sendiri yang akan mencari buku dengan uang yang akan diberikan oleh sang ayah.

begini saja dah pak… agar bapak dan ibu tidak capek,biar rudi sendiri yang akan mencari bukunya bersama  teman-teman.” Kata rudi.

oooohh iya sudah klok begitu, ini uangnya yang sabar ya rud walau hanya sedikit” kata ghozali sembari menjulurkan 2 lembar uang 100 ribu rupiah.

            Melihat bapaknya menjulurkan uang kepada rudi, rudipun segera mengambilnya sambil tersenyum. “baiklah pak besok saya akan segera membeli buku untuk kelancara sekolah”. Ucap rudi

            Setelah mendapatkan uang tersebut dari sang bapak, rudipun pamkitan untuk beranjak kekamar tidur untuk beristirahat karena besok ia harus pergi kesekolah. Sesampainya dikamar tidur rudipun berjoget-joget ria karena mendapatkan uang 200 ribu dari bapaknya. “hore…. Aku dapat uang banyak, besok aku bisa main PS sepuasnya bersama teman-teman” gumam rudi kegirangan.

            Pagipun menyingsing, rudi berpamitan kepada kedua opraang tuanya untuk berangkat kesekolah.

“ibu, bapak… rudi berangkat kesekolah dulu ya” pamit rudi

“iya nak hati-hati dijalan” ucap ghozali

            Rudipun menyalamani tangan kedua orang tuanya itu. “pak sepulang sekolah rudi akan langsung ketoto buku untuk mencari buku sekolah” ucap rudi

iya nak pokok kamu beli buku yang sesuai dengan pelajaran di sekolah” katanya

            Rudipun berangkat kesekolah seorang diri, ditengah-tengah perjalanan rudi ketemu dengan salah satu teman yang juga sering menghabiskan waktu di rental PS

hay jon… mau kemana kamu?” sapa rudi kepada joni itu

“aku mau main PS rud, mumpung sekolahku libur” kata joni

aku ikutlah kllok gtu, kita main mortal combat sampai selesai” kata rudi

eh kamu kan mau sekolah rud, sana kesekolah dulu” ujar joni

enggak jon aku mau bolos sekolah dulu deh, lagi males banget ni” kata rudi

ga papa tha? “ Tanya joni

gpp lah kan Cuma satu kali” jawab rudi seenaknya.

            Akhirnya mereka berduapun sepakat untuk pergi kerental PS dan menghabiskan waktu disana sepanjang hari. Tanpa mereka berdua sadari ternyata meraka sudah bermain PS hingga 9 jam. Rudipun keget ketika melihat jam dinding di retal sudah menunjukkan jam 5 sore.

“duhh sudah sore banget ni jon, aku pulang dulu ya” kata rudi

“ooohh iya dah rud, kamuin pulang duluan dah sebentar lagi aku juga mau pulang” kata joni sambil melanjutkan permainan PS tersebut

            Sesampainya di rumah Rudi pun disambut oleh kedua orang tuanya

“rudi kok sampek sore pulangnya” Tanya sang ibu

“iya bu tadi rudi habis keliling ke toko buku mencari buku b.inggris” jawabnya

“ohh iya sudah klok gitu. Mana bukunya rud, ibu pengen tau?” Tanya ibunya

            Mendengar pertanyaan ibunya itu, rudi mulai takut, dia takut ketahuan jika dirinya sedangf membohongi ibunya. Padahal dia sama sekali tidak pergi toko buku melainkan ke rental PS hingga menghabiskan Uang 200 itu untuk bermain disana.

“anu buk….. buku bahasa inggris dan buku sains serta buku PPKn sangat langkah dipasar jadi rudi dan teman-teman harus memesannya terlebih dahulu. Mungkin sekitar 3 hari lagi bukunya akan datang” kata rudi berbohong.

“oalah iya sudah klok begitu rud yang penting kamu rajin belajar, sana dah mandi terus makan dan istirahat yang cukup” kata sang ibu menasihati

“iya buk” jawab rudi singkat sembari melangkahkan kaki kekamar untuk berganti baju.

            Malam pun tiba, tiba-tiba ada seseorang yang sedang mengetok pintu dari luar rumah. Ghozali pun membukakan pintu bagi orang yang sedang mengetuk pintu itu.

“selamat malam pak, apakah ini rumahnya rudi putra dari bapak ghozali” Tanya seseorang itu yang ternyata kepala sekolah di sekolahan rudi

“iya pak betul” jawab ghozali “mari pak masuk” tambahnya

Setelah guru tersebut memasuki ruang tamu, diapun menceritakan tentang rudi disekolah. Betapa terkejutnya ghozali sebagai orang tua mendengar penuturan dari orang itu. bahwa rudi disekolah sering membuat kenakalan, bahkan sampai 3 hari rudi bolos sekolah tidak tau entah kemana. “maaf pak, tadi siang saja rudi tidak datang kesekolah” kata tamu yang ternyata kepala sekolah itu. “dan terpaksa untuk tahun ini rudi tidak bisa naik kelas” tambahnya.

            Setelah membahas panjang lebar itu, kepala sekolah akhirnya pamitan untuk pulang. Begitu marah ghozali mendengar penuturan dari kepala sekolah rudi.

dasar anak tidak tau diuntung, bukannya membuat orang tua bangga, malah membuat malu orang tua.. Rudi.. dimana kamu?” panggil ghozali

            Rudipun datang dengan wajah merunduk, “kemana saja kamu seharian ini?” Tanya ghozali dengan nada tinggi. ”Gurumu bilang bahwa tadi siang kamu tidak masuk sekolah” kata ghozali dengan sangat marah.

“cuman hari ini pak saya tidak sekolah” kilah rudi

“tidak mungkin rudi, jika hanya hari ini tidak mungkin kamu tidak akan naik kelas, kamu benar-benar keterlaluan” kata ghozali marah marah.

“aku tidak mau tau lagi, kamu harus gimana, kamu mau aapa terserah kamu, aku kecewa pada mu rud, setiap hari aku pergi kesawah hanya untuk membuatmu menjadi orang yang berguna, orang yang terpelajar dan orang yang sukses. Tapi kamunya malah main-main” ucap sang ayah dengan sangat kesal dan kekecewaan yang mendalam.

            Ghozalipun meninggalkan ruang tamu dan meninggalkan rudi seorang diri. Begitu terpukul hati ghozali karena perjuangannya selama ini untuk menjadikan sukses anak semata wayangnya berujung sia-sia karena kelakuan anaknya yang begitu malas untuk belajar dan tidak bisa diharapkan malah hanya membuat malu kedua orang tuanya.

Tamat.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel