Kisah Seorang Pembudidaya Ulat Hongkong, di Batu
![]() |
| Tak banyak yang tau, Budidaya Ulat Hongkong ternyata menguntungkan |
Dul Manan adalah seorang pengusaha budidaya ulat hongkong yang terbilang sukses, sudah sejak puluhan tahun Ia menggeluti usaha tersebut.
Dengan usaha budidaya ulat hongkong ini Dul Manan mampu menghidupi keluarganya, tidak hanya itu dia juga mampu mengkuliahkan anaknya serta juga mampu menggaji 3 orang lelaki yang bekerja kepadanya.
Baca Juga : Anak Petani Tembakau Juara Membaca
Karena pendapatan yang diperoleh Dul Manan setiap minggunya sangat tinggi. Pasalnya Dul Manan yang dibantu dengan para pekerja lainnya mampu menghasilkan 4 - 5 kuintal yang dikirm kesolo dalam satu minggu, dan harga ulat hongkong ini pun juga tinggi dengan harga 20.000 sampai 25.000 ribu per kilo.
Menurut Dul Manan, usaha budidaya ulat hongkong inilah yang mudah untuk dilakoni setelah dia mencoba beberapa usaha lain seperti pelihara ayam, kambing serta sapi namun selalu gagal, sehingga dia pun hanya fokus untuk menekuni budidaya ulat hongkong.
Dia juga bercerita mulai dari perintisan hingga sampai pada titik sekarang.
“Dulu pertama kali saya mencoba usaha ini dengan modal 4 kg ulat hongkong yang di jadikan kepompong kemudian menjadi kumbang. Sekitar 3 bulan kemudian, ulat hongkong sudah menjadi kumbang yang siap untuk bertelur, begitulah seterusnya,” Jelas Dul Manan.
Cara merawat ulat hongkong pun juga tidak terlalu rumit hanya perlu menyedia medianya agar ulat hongkong tersebut dapat bertahan hidup.
Salah satu media yang digunakan Dul Manan untuk pemeliharaan adalah Polar Gandum sekaligus sebagai makanan dari ulat tersebut.
“klok untuk minum ulatnya saya memberinya sayur-sayuran seperti Gobes, Labu Siam dan sayuran lain yang mengandung banyak Air,” Kata Dul Manan.
Namun, perjalanan usaha yang Dul Manan digeluti ini tidak sepenuhnya berjalan dengan mulus. Sekitar 2 – 3 tahun kemarin harga dari ulat hongkong tersebut turun drastis hingga 12.000 perkilo, pada saat-saat tersebut Dul Manan hampir putus asa namun dia tidak pernah menyerah.
Baca Juga : Cara Mudah Agar Tubuh Tetap Sehat Ditengah Pandemi
“tapi saya sakit ketika harga ulat turun sangat rendah,” ucap Dul Manan dengan sedikit tertawa.
Sifat kegigihan dan pantang menyerah itulah yang membuat Dul Manan terus bertahan hingga harga kembali normal. Sementara para peternak lain yang berada didesanya banyak yang berhenti akibat harga ulat yang begitu rendah tersebut. (Al)
