PageNavi Results Number

Anak Petani Tembakau Juara Membaca

Ilustrasi, walaupun Udin dari keluarga Petani, orang tuanya sangat menginginkan Udin dapat menempuh pendidikan yang tinggi
Pada sebuah desa diujung selatan dari pulau jawa hiduplah seorang petani tembakau yang begitu tekun menjalankan aktivitas sehari-harinya. Petani tersebut selalu berangkat dipagi-pagi buta keswah walaupun hanya untuk melihat perkembangan tembakaunya. 

Sementara istrinya bekerja sebagai pedangan kecil-kecilan untuk membantu sang suami yang sedang mencari nafkah. Pasangan suami istri tersebut bernama haliman sang suami dan yani sang istri. 

Pasangan suami tersebut dikarunia seorang anak yang bernama Udin. Udin masih menduduki sekolah dasar kelas 2, udin terlihat sebagai seorang anak yang rajin dan patuh terhadap kedua orang tuanya. Hampir setiap hari yani sebagai ibu selalu menasihati anaknya (udin) untuk rajin belajar. 

Wajarlah jika siswa SD kelas 2 rata-rata suka belajar menulis, menggambar atau pun membaca. Begitu pula dengan udin, atas dorongan dari kedua orang tuanya udin tumbuh menjadi seorang anak dapat dibilang cepat dalam membaca. 

Haliman sebagai seorang ayah yang notabennya sebagaian besar waktu siang hari banyak dihabiskan di sawah untuk mencari nafkah, mempunyai sedikit peran untuk membimbing anaknya. Namun walaupun begitu, bukan berarti haliman tidak pernah memperdulikan pendidikan ananya

Dalam hal pendidikan haliman justru sangan mensupport anaknya agar menjadi seoorang anak yang berpendidikan. Semua itu terejawantahkan dengan kegigihan haliman dalam mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga ataupun kebutuhan pendidikan sang anak dalam menempuh pendidikan di sekolaah dasar.

Baca Juga : Cara Mendidik Anak yang Baik

Tidak sedikit biaya yang sudah ia keluarkan untuk memenuhi kebutuhan anaknya itu, namun semua itu ia lakukan tanpa perhitungan. Bahkan dia pun bertekad untuk mengeluarkan berapa besarpun demi kebutuhan pendidikan anaknya tersebut. Bahkan dia rela harus pergi ketoko buku untuk mendapatkan buku yang disukai atau menjadi keperluan anaknya. 

Sepulang dari sawah, Haliman mendapati udin sedang latihan membaca dengan bimbingan ibunya. “sihhh udin kamu lagi latihan membaca ya” Tanya haliman

“iya pak” jawab udin singkat sembari melanjutkan membaca teks yang tertulis pada buku ditangannya itu.

“bagus, bagus, kamu harus pandai membaca nak” timpali haliman.

“sudah pak jangan ganggu udin, dia ingin mengikuti lomba membaca antar sekolah makanya dia rajin membaca” kata yani memberi tahu haliman.

lho iyya tah, buk?” Tanya haliman seakan-akan tidak percaya

iyaa pak dia, mengikuti seleksi di kelasnya dan ternyata dia ditunjuk untuk mewakili sekolah dan mengikuti lomba membaca” jelas yani meyakinkan.

bagus itu buk, latih udin sampai bisa ya, aku sangat bangga sebagai orang tua melihat anaknya mampu mengikuti perlombaan disekolah” ucap haliman dengan bangga. Haliman pun meninggalkan udin dan ibunya untuk mandi karena tubuhnya dipenuhi dengan keringat panas lantaran bekerja disawah. 

Sementara udin dan ibunya tetap semangat untuk terus melanjutkan latihan membaca. Tanpa terasa udin latihan membaca sudah menghabiskan waktu 3 jam-an. 

buk, udin capek sudah, lanjutin nangti malam lagi ya buk latihannya” pinta udin

“iya dah nak, kalok dirasa capek istirahat dulu dah, nanti  ketika capeknya sudah hilang ga papa lanjutkan lagi nanti ibu barengin” kata yani

Iya buk, udin main sama anak tetangga sebeleh dulu ya buk” kata udin

“iya nak, tapi jangan terlalu sore pulangnya” nasihat yani

“iya buk” kata udin sambil berjalan mendekati pintu dan keluar untuk pergi kesalah satu rumah temannya itu.

Setelah udin keluar rumah untuk pergi bermain dengan teman-temannya, haliman pun datang menghampiri yani yang masih berada diruang tamu itu sambil membuka lembara buku yang dipengannya itu. 

buk beneran udin mau ikut lomba membaca” Tanya haliman kurang yakin dengan jawaban yani tadi

iya pak, dia mau ikut lomba membaca lebih khusunya dia ikut lomba membaca puisi” kata yani kepada suaminya

Baca Juga : 

jangankan udin dapat juara ya buk, keikut sertaan dia sama dalam perlombaan saja aku sebagai bapaknya bangga apalagi dia dapat memenangkannya.” Kata haliman

iya pak, aku juga bangga melihat anak kita ikut lomba” jawab haliman

latih udin semaksimal mungkin ya buk” pinta haliman. Yanipun mengangguk pertanda setuju terhadap permintaan haliman.

Obrolan mereka berdua pun semakin lama, sesekali mereka berdua membahas tentang pertanian tembakau miliknya. Mereka berharap hasil tembakau tahun ini dapat lebnih baik dari ta7un-tahun sebelumnya. Walaupun mereka sedikit ragu terhadap hasil panen ini karena mereka sedikit meleset dalam perhitungan memprediksi turunnya hujan. 

Memang tumbuhan tembakau ini sangat tidak bagus jika mendapatkan kadar air yang berlebihan. Namjun mereka berdua yakin dengan usaha dan doa pasti tuhan akan membantu untuk mendapatkan hasil panen yang memuaskan. Tanpa terasa hari pun mulai gelap mereka berdua pun teringat dengan udin  yang belum pulang dari tempat bermainnya

oiya buk, kok udin belum pulang ya” gumam haliman kepada yani

iya ya pak kok belum pulang dia” kata yani mengiyakan ucapan haliman

biar bapak liat dulu ya di tetangga sebelah” kata haliman

iya pak, ibu mau menyiapkan makan malam untuk kita dulu ya” jawab yani

Haliman pun pergi untuk mencari udin kerumah tetangga sebelah, tidak terlalu jauh kakinya melangkah dia pun melihat halim sedang asik bermain kelereng dengan anak seusianya.

din, sudah mau malam nie, ayok pulang, ibu nunggu loh dari tadi” ajak haliman kepada anaknya itu

bentar pak, ini bentar lagi sudah selesai, dan udin segera pulang” jawab udin sembari mencermati permainan kelereng itu. haliman pun memahaminya bahwa anak seusia udin memang waktunya bermain-main. Haliman pun menunggu sampai udin menyelesaikan permainannya. 

Setelah udin menyelesaikan permainan kelereng dengan teman-temannya, udin pun langsung menghampiri bapaknya kemudian pulang kerumah.

Didalam perjalanan pulang, haliman tidak henti-hentinya untuk menasihati dan menyemangati anaknya yang hendak mengikuti lomba membaca. Sesekali terdengar “kamu harus semangat nak daalam, belajar biar menjadi anak yang sukses” kata haliman, udinpun hanya mengangguk-ngangguk tanda memahami maksud bapaknya.

Sesampainya dirumah judin pun langsung mandi, semantara haliman dan yani berduduk santai ditruang tamu sambil menikmati tayangan yang ada dalam televisi. Lima menit kemudian udin pun kembali dari dari kamar mandi sekaligus sudah mengenkan pakaian ganti. “buk udin lapar” kata udin mengeluh.

Mendengar keluhan anak satu-satunya itu yani pun bergegas untuk menyiapkan makanan untuk anaknya sekaligus menyiapkan makan malam untuk sekeluarga. Ditengah-tengah makan malem itu haliman bertanya kepada yani “buk, kira-kira kapan udin akan mengikuti lombanya” Tanya haliman

“besokn pak” jawab yani singkat

“iya sudah klok gitu, berarti besok bapak nakan libur kesawah untuk melihat lomba udin” ucap haliman “udin sudah siap?” tambahnya.

“siap bapak, kan udin sudah sering laitihan membaca” kata udin meyakkinkan.

“Alhamdulillah klok gitu, malam ini udin jika tidak mau latihan jangan tidur terlalu malam biar besok badan jadi segar dan tidak ngantuk” haliman menasihati

Udin pun mengangguk, setelah makan malam selesai udin pun bergegas kekamar tidurnya untuk segera beristirahat. Sekali lagi ia membaca teks yang hendak di lombakan besok hari. Keesokan harinya udin, Haliman serta Yani bersiap-siap berangkat mengantarkan anaknya sekaligus ingin melihat anaknya tampil mengikuti lomba mambaca. 

Satu persatu peserta lomba mulai menampilkan bakannya. Pada urutan ke 14 nama udin di panggil untuk maju dan naik keatas pintas dan membacakan teks narasi yang di lombakan. Spontan kedua orang tua udin bertepuk tangan dan bahagia melihat anaknya tampil diatas pentas. 

Setelah semua peserta menunjukkan bakatnya. Para juri pun mengumumkan hasil dari perlombaan tersebut. Para penonton dan orang tua siswa yang mengikuti lomba mulai deg degan siapakah gerangan yang akan memenangkan lomba tersebut. 

Dari juara ketiga sang juri memanggil nama ismail sebagai pemenang, dan menduduki juara kedua terpanggil nama udin, begitu bahagia haliman dan yani mendengar anaknya menduduki juara kedua dalam perlombaan mambaca itu. selanjutnya nama yusuf dipanggi untuk mendapatkan juara pertama, mendengar nama yusuf dari SDN bandilan 02 itu suara tepuk tangan begitu meriah karena SDN tersebut merupakan SDN elit yang berada di kecamatan Prajekan.

Setelah seserahan hadiah sudah selesai udin pun berlari mendekati bapak ibunya sambil menampakkan wajah yang ceria. Bapak ibunya pun sangat bangga mempunyai anak yang pandai membaca dan memenangkan lomba membaca antar sekolah. 

Dengan rasa bangga kepada anaknya itu haliman pun berjanji untuk segera membelikan sepeda ontel kepada udin agar udin menjadi lebih semangat dalam belajar dan menjadi seorang anak harapan orang tua yang mata pencahariannya hanya sebagai petani tembakau.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel